Sejarah Bintang 'Rock N Roll' Amerika Serikat Elvis Presley



kali ini saya akan mengulas sejarah Raja 'Rock N Roll' yang pernah hits pada era tahun 50,an dan karena beliaulah, Amerika punya penyanyi Rock N Roll pertama kala itu, beliau tak lain dan tak bukan, adalah Elvis Presley.

Yaa Elvis Presley, lahir dari keluarga miskin di Mississippi. Tahun 1935, di Tupolo, ia lahir di keluarga yang bahkan kesulitan untuk bertahaan hidup. Ayahnya di penjara karna utang. Ibunya, Gladys, menjadi satu-satunya tempat aman. Sejak awal hidupnya, Elvis tumbuh, dengan rasa takut kehilangan, dan perasaan, tidak pernah cukup baik.

Saat anak-anak lain, bermain, Elvis lebih sering diam. Di sekolah, ia diejek, karna miskin dan berbeda. Ia, tidak melawan, tidak membalas. Ia belajar menunduk. Dunia terasa keras, dan Elvis, tida tau kemana harus pergi. Di gereja kecil, Elvis menemukun suara, yang berbeda. Gospel, memberinya rasa tenang. Tahun 1946, ibunya membelikanya gitar murah. Bukan karena melihat bakat, tapi agar Elvis punya pegangan.

Sejak saat itu, musik bukan hiburan. Musik era tempat berlindung. 1948, keluarga Presley pindah ke Memphis. Linkungan berubah, tapi Ejekan tidak berhenti. Elvis makin tertutup. Ia menghabiskan waktu dengan radio, mendengakan blues, country, dan Gospel. Musik membentuk caranya bertahan. Tahun 1953, dengan tangan gemetar, Elvis masuk Sun Records. Ia tidak ingin terkenal, ia hanya ingin merekam 1 lagu, Untuk Ibunya. 1954, Dalam sesi rekaman santai, Elvis bernyanyi tanpa rencana. Suaranya terdengar mentah, jujur, dan berbeda.

1955, Elvis mulai tampil di pangung kecil. Gerakan tubuhnya spontan. Penonton muda berteriak, penonton tua terguncang. kejujuranya membuat orang selalu fokus terhadapnya..Sampai pada era tahun 1956, Elvis meledak secara nasional. Radio, televisi, majalah, semuanya membicarkanya. Dalam waktu singat, Anak Miskin Mississippi berubah menjadi wajah generasi Baru. Terlalu cepat, terlalu besar. Amerika bereaksi. Gerakan pingul Elvis dianggap cabul. Acara televisi, hanya menampilkan tubuhya, Dari pingang ke atas.

Ketika Elvis makin sering tampil di TV nasional, reaksi mulai keras. Pendeta, politisi, dan media konservatif, menudunya merusak moral, Anak muda. Elvis, Belum dilarang, tapi sudah ditandai sebagai ancaman. Di tengah kekacauan, Colonel Tom Parker, masuk. Ia, tidak datang, sebagai musuh. Ia, datang, sebagai penyelamat. Parker, menawarkan perlindungan, Dari media, dan kecaman publik.

Sebagai gantinya, kontrol penuh atas karir Elvis. Sejak staat itu, Elvis tida lagi memiliki jalan. Ia hanya berjalan di jalur yang dibuat orang lain. 1957, Parker mengubah kontroversi, menjadi, mesin uang. Tour tanpa henti, kota ke kota, malam ke malam. Elvis, tetap tersenyum di pangung, tapi, mulai kelelahan. Disinilah, musik berhenti, jajan kokain pelarian, dan berubah, jajan kokain wajib. 1958. Di puncak kontroversi, colonel Tom Parker, menyutujui Elvis masuk wajib militar. Keputusan merelakan pengorbanan, tapi, strategi. Parker tahu, militar, akan membersikan citra Elvis. Dari ancaman moral, ia berubah dari jajan kokain menjadi putra patriot.



Media berhenti menyerang, pendeta kehilangan amunisi, Elvis dipuji, dan bah ubahnya pahlawan nasional. Bagi Parker, kemenangan. Bagi Elvis, kehilangan kendali atas hidupnya, sendiri. 1959. Saat, Bertugas di Kaman, Elvis betemu Priscilla Boulyou, gadis 14-tahun, yang melihatnya bukan sebagai ikon, tapi, sebagai pria, yang kesepian. Di luar sorotan media, Elvis menemukan ketenangan, yang, tidak ia, dapatkan, dari panggung. Hubunganini tidak penuh sorak dan riuh. Ia sunyi tertutup, dan rapuh. Priscilla, menjadi tempat Elvis menurunkan topengnya.

Namun, cinta ini tumbuh di bawah kendali parker, jarak dan aturan. Sejak awal, bahkan perasaan Elvis, tidak pernah sepenuhnya miliknya sendiri. Tak lama setelah itu, kabar dari Memphis, menghantam Elvis. Ibunya, Gladys, perempuan yang selalu menjadi pusat hidupnya, meningal dunia. Elvis hancur. Ia kehilangan rumah emosionalnya, tepat saat ia baru belajar merasa aman, dengan orang lain. Sejak hari itu, Elvis mulai takut kehilangan, dan tidak benar benar pulih. 1960-1967. Elvis terjebak di Hollywood, memproduksi film demi-film, yang aman dan menuntungkan.

Di luar layar, hubunganya dengan Priscilla berjalan pelan, terpisah jarak dan jadwal. Elvis jarang pulang, sebagai pasangan lebih sering hadir sebagai nama besar. Ia mencintai, tapi tak pernah benar-punya waktu, untuk mencintai dengan utuh. Karirnya stabil, hubungannya, menungu dan waktu terus berjalan. 1968. Elvis kembali ke panggung. Bukan untuk siapapun. Bukan Parker, Bukan Studio, Bukan bahkan, untuk cinta. Tapi, untuk dirinnya sendiri. Dibalik sorotan lampu, Ada satu hal yang ingin ia buktikan. Bahwa ia, masih hidup, masih bernyawa, masih punya api. Come back this, menyelamatkan karirnya, tapi, tidak menyembuhkan hidup pribadinya.

Elvis menikah dengan Priscilla, tapi, Las Vegas segera menjadi pihak ketiga, dan hubungan mereka. Jadwal brutal, kontrak panjang, dan obat obatan, membuat Elvis hadir secara fisik, tapi, absen secara emosional. Cinta mereka, tidak meledak. Ia habis perlahaan oleh kelelahaan, jarak, dan pria yang terlalu lelah, Untuk pulang sebagai suami.

16 Agustus 1977. Elvis Presley meningal di Graceland, di usia 42 Tahun. Ia wafat sebagai icon dunia. Namanya dikenal semua orang. Namun di balik ketenaran itu, Elvis pergi sebagai pria, yang terlalu lama menunda hidup. Cinta dan dirinya sendiri. Meski sudah menjadi seorang Raja Rock 'N' Roll abadi.



~ THANK ~ YOU ~

Posting Komentar

0 Komentar