Saleh Kurnia Orang Pertama Yang Mendirikan Pabrik Sirup Marjan



Sebentar lagi Ramadhan tiba pastinya anda sudah lunya pemikiran menarik tentang makanan atau minum untuk berbuka puasa atau sahur nantinya. Selain kolak bulan Ramadhan tentunya identik dengan yang namanya minuman manis seperti es buah, es kelapa muda dan sebagainya, biasa minuman tersebut tidap jauh dari yang namanya sirupkan apapun itu sirupnya yang penting sesuai dengan keinginan anda.

Bicara soal sirup pastinya anda sudah tahu dong dengan yang namanya sirup Marjan, karena sirup tersebut akan selalu hadir dan cepat laku selama bulan Ramadhan.

Nah tahukah anda awal sirup Marjan ada atau pabriknya berdiri, dan siapa pula yang punya ide memberi nama sirup Marjan tersebut yuk kita simak dibawah ini.👇

Bagi banyak sebagian orang, Marjan bukan sekadar sirup.

Sirup Marjan pertama kali diproduksi pada 1970-an oleh PT Suba Indah yang didirikan pengusaha Saleh Kurnia, sebuah perusahaan yang memulai bisnis di bidang minuman dan makanan olahan.

Tak banyak yang tahu, bahwa Saleh Kurnia juga merupakan pendiri supermarket Hero, salah satu toko ritel modern yang pertama hadir di Indonesia.

Saleh Kurnia bersama rekannya, Phang Kang Hoat, mendirikan pabrik produk makanan dan minuman di Jalan Raya Bogor, Cimanggis, Depok. Pada awalnya, PT Suba Indah hendak memproduksi produk susu yang dikerjasamakan dengan perusahaan lain, Nutricia, namun batal di tengah jalan pada 1977.

Gagal dalam bisnis susu, PT Suba Indah mencoba peruntungan dengan masuk ke produk sirup pemanis. Lahirlah produk sirup pertamanya yang diberi nama Sanquick. Perusahaan ini baru menciptakan produk sirup Marjan pada tahun 1980.

Varian pertama sirup ini adalah rasa cocopandan dan melon dan masih bertahan sampai saat ini. Sirup Marjan rupanya laris manis melampai sirup Sanquick yang lebih dulu ada. Pada setiap bulan Ramadhan, penjualannya meningkat drastis.

Penjualan yang apik ini karena didukung perilaku konsumen di Indonesia. Di mana selain dikonsumsi minuman sirup siap minum, Marjan banyak digunakan sebagai tambahan seperti untuk puding, penambah rasa kelapa muda, es serut, es buah, dan sebagainya.

Namun demikian, persaingan di industri sirup manis tergolong sangat sengit, banyak perusahaan besar bermodal kuat juga terjun ke bisnis ini. Kondisi inilah yang mendorong produsen Marjan jor-joran beriklan, terutama di televisi.

Strategi marketingnya unik, yakni hanya fokus iklan pada momen jelang Ramadan. Belanja iklan yang besar cukup berhasil, dan brand ini tertanam kuat di masyarakat sebagai produk sirup yang identik dengan bulan Ramadhan.

Sebagaimana dikutip situs resmi perusahaan, pada tahun 2002, PT Suba Indah diakuisi PT Lasallefood Indonesia. Perusahaan ini juga terkenal dengan produk saus tomat Del Monte dan mayonnaise Maestro. Ternyata sirup Marjan sudah ada sejak lama juga yaa yaitu tahun 1980, meski awalnya adalah Sanquick.



Sumber : Kompas.com




~ THANK ~ YOU ~

Posting Komentar

0 Komentar